Best Practise 2015

LATAR BELAKAN MASALAH

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Disebutkan Bahwa Visi Adalah Gambaran Atau Impian Terbaik Atau Idealisme Yang Ingin Dicapai Oleh Organisasi, Baik Dari Segi Individu Maupun Lembaga Di Masa Mendatang. Pada Lembaga Pendidikan, Visi Adalah Produk Dan Layanan Bermutu Yang Dapat Dihasilkan. Sedangkan Misi Adalah Pernyataan Tentang Fungsi Organisasi, Yang Diwujudkan Dalam Bentuk Program-Program Kerja. Kejelasan Misi Organisasi Akan Menunjukkan Ciri Dan Arah Kegiatan Yang Dapat Membedakan Organisasi Antara Mutu Dengan Yang Lain. Bertolak dan mengacu dari harapan terwujudnya cita-cita dan pengembangan sekolah maka program sekolah pada tahun 2010 s.d 2014 maka dirancang perubahan visi dan misi yang disesuaikan dengan konteks kekinian  dengan harapan menjadi etalase pencitraan publik yang positif untuk tujuan memperoleh keberpihakan masyarakat, pemerintah daerah  maupun pemangku kepentingan . sebagai sekolah swasta tentunya harapan terbesar adalah tujuan memperoleh siswa ( market oriented )  ditengah dinamika perubahan pendidikan yang sangat dinamis dan persaingan yang sangat ketat.

            Sebagai sekolah swasta maka sekolah pada dasarnya adalah industri jasa dan berusaha menghasilkan produk berupa jasa yang sesuai dengan menghasilkan produk berupa jasa yang sesuai dengan kebutuhan  pelanggan (customer), jika merasa puas dengan pelayanannya, maka jumlah pelanggan akan bertambah dan keuntungan dalam berbagai bentuk meningkat, maka apabila pengajaran memuaskan, dan situasi KBM yang kondusif, sekolah akan diminati. Dalam persaingan antar sekolah yang semakin gencar kepuasan perlu mendapat perhatian. Salah satu strategi semenjak peralihan kepemimpinan kita menerapkan satu strategi yang landasan fudamnetal (character Building) untuk jangka panjang yaitu konsep QO (quality oriented).

                Sesuai dengan urgensi dan makna dari pembentukan karakter dalam dunia pendidikan berkaitan erat dengan persoalan budi pekerti dan selanjutnya menjadi tidak linier dengan moral Bangsa. Tujuan pendidikan nasional yang berkembang dan mengalami pengembangan selalu  ajeg dalam  kemandirian yang nyata dan memuat beberapa pembelajaran seperti pendidikan agama dan moral Pancasila,  ternyata pada kondisi real yang akumulatif tidak mendapat dasar-dasar pembentukan karakter yang baik dan tidak terukur secara kualitatif tetapi dimaknai secara kuantitatif (Kognitif).Pergeseran memaknai pendidikan secara keseluruhan (Holistic) telah nampak dalam pembelajaran keseharian, tafsiran pernyataan  Blomm yang memaknai ranah sebuah pelajaran dengan tiga bagian Kognitif (pengetahuan), Psikomotorik (keterampilan), Afektif (Prilaku), menjadi terabaikan dan samar. Apakah pergeseran memaknai tersebut akan terus menjadi linier seiring dengan perubahan pola zaman dan arus global yang akan menikam jauh ke sendi manusia Indonesia kelak, bisa saja dibuktikan dengan indikator yang mulai nampak hasil dari pergeseran tersebut pada perubahan prilaku yang terjadi dari peserta didik kita mulai dari lingkungan yang kecil pada ranah dimana tempat kita tinggal atau lingkungan yang terdapat pengelolaan pendidikan itu sendiri. Untuk itu SMA setia budi dalam program rencana jangka panjang membuat komitmen yang harus menjadi landasan dasar pengembangan sekolah sesuai dengan tuntutan tujuan pendidikan nasioanl serta harapan kemajuan pendidikan di kabupaten Bangka provinsi Bangka Belitung dan yang paling penting adalah harapan dan cita-cita semua warga SMAsetia Budi.

            Program SMA Setia Budi  tahun 2010 – 2014 yang dicanangkan meliputi harapan tinggal landas dalam pengembangan sekolah untuk level yang lebih tinggi Nasional serta berkomitmen bagaimana sekolah dapat memberi kontribusi dan warna bagi Kabupaten Bangka maupun Provinsi Bangka Belitung. Disamping itu pada periode ini Sekolah harus berkomitmen secara kuat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kearifan lokal, semangat cinta lingkungan.Untuk itu pada periode terjadi perubahan visi , misi dan tujuan sekolah agar lebih kontektual dan terbarukan.

VISI

Misi Mewujudkan sekolah yang berbudaya lingkungan  yang mampu menghasilkan keluaran berwawasan global, berbudaya bangsa dan semangat kebangsaan dan model sekolah multicultural.

MISI

  1. Meningkatkan sikap ketaqwaan, sikap kepemimpinan dan disiplin melalui setiap kegiatan,  baik intra maupun ekstrakurikuler yang berakar pada budaya bangsa.
  2. Mengembangkan kemampuan akademik berwawasan global melalui penerapan dan pengembangan kurikulum lokal maupun nasional.
  3. Menumbuhkan rasa dan sikap berkompetensi yang positif dan sportif melalui kegiatan yang mengedapankan semangat kebangsaan.
  4. Menciptakan dan menanamkan keteladanan berprilaku melalui pengembangan budaya sekolah yang berwawasan keagamaan dan bebas narkoba.
  5. Menerapkan pola manajemen partisipatif, transparan dan dapat dipertanggung jawabkan.
  6. Mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan bagi semua warga sekolah dan masyarakat sekitar.
  7. Membangun kegiatan kemitraaan dalam pengembangan wawasan global dan lingkungan.

 

Dari beberapa mimpi yang tertuang diatas maka sekolah membuat program dengan dilandasi analisa keterkaitan dengan kondisi sekolah dan kemampuan pemenuhan harapan sebagai berikut.

  1. Pendidikan karakter siswa.
  2. Kelas unggul akademis.
  3. Pengintegrasian pendidikan lingkungan hidup
  4. Pengintegrasian wawasan kebangsaan kedalam kurikulum.
  5. Pengintegrasian UU lalu lintas tahun no 22 tahun 2009.
  6. Pengembangan kelas efektif
  7. Penguatan karakter guru
  8. Kontribusi nyata dalam bentuk publikasi kegiatan penunjang pariwisata untuk kabupaten Bangka dan provinsi Bangka Belitung.

Dari beberapa impian dan cita –cita tersebut maka penulis mengambil dan mengetengahkan 2 ( dua ) program yang dianggap  menjadi kontribusi nyata dan mampu memberikan  kontribusi bagi sekolah, pemerintah kabupaten Bangka maupun provinsi Bangka Belitung . Kedua  program tersebut adalah Pengintegrasian pendidikan lingkungan hidup dan Kontribusi nyata dalam bentuk publikasi kegiatan penunjang pariwisata untuk kabupaten Bangka dan provinsi Bangka Belitung.Kedua program tersebut mempunyai nilai –nilai pengembangan karakter siswa .

  1. Pengintegrasian pendidikan lingkungan hidup, penanaman nilai-nilai cinta lingkungan .
  2. Kontribusi nyata dalam bentuk publikasi kegiatan penunjang pariwisata untuk kabupaten Bangka dan provinsi Bangka Belitung, adalah pengembangan dan penanaman nilai-nilai kearifan lokal yang dibingkai  nilai-nilai wawasan kebangsaan

Kedua program tersebut menurut penulis telah mencapai tingkat keberhasilan yang baik walaupun pencapaian belum begitu sempurna tetapi sudah cukup berhasil dalam membawa nama baik sekolah, pemerintah kabuapaten Bangka maupun provinsi Bangka Belitung.

 

STRATEGI DAN PENGEMBANGAN

A.  STRATEGI DAN LANGKAH PELAKSANAAN MEWUJUDKAN SEKOLAH HIJAU DALAM UPAYA MERAIH PREDIKAT SEKOLAH ADIWIYATA

 

Pendidikan yang holistik menyangkut dua arah yang saling beriringan dan tidak bisa dilepaskan satu sama lain yaitu tranfers ilmu pengetahuan serta pendidikan karakter (Behavior). Pendidikan karakter di lingkungan pendidikan diharapkan mampu menjawab tantangan kedepan ketika peserta didik berada ditengah masyarakat. Salah satu cermin masyarakat belajar  yang teratur  (madani) terhadap lingkungan adalah masyarakat belajar yang peduli terhadap lingkungannya terutama lingkungan yang bersih, rindang, peduli terhadap kelestarian lingkungan terutama lingkungan yang hijau berkaitan dengan itu sangatlah tepat apabila pendidikan karakter pendidikan lingkungan  sejak dini ditanamkan pada peserta didik dengan memberi pelajaran serta pemahaman yang baik. Untuk itu pengintegrasian ini merupakan suatu langkah yang sangat positif dalam penanaman nilai-nilai pendidikan cinta lingkungan. Seperi diketahui program sekolah hijau merupakan bentuk Kesepakatan Bersama antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dengan Menteri Pendidikan Nasional pada tanggal 01 Februari 2010 No. 03/MENLH/02/2010 dan No. 01/II/KB/2010.  Dalam mewujudkan program Adiwiyata telah ditetapkan berbagai indikator.

  1. Pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan.
  2. Pengembangan kurikulum berbasis lingkungan.
  3. Pengembangan berbasis partisifatif.
  4. Pengembangan dan atau pengelolaan sarana pendukung sekolah.

Hasil yang diharapkan dari tujuan tersebut SMA Setia budi mentargetkan bebrapa capaian yaitu

  1. Membentuk karakter cinta lingkungan.
  2. Menjadi sekolah hijau.
  3. Menjadi sekolah adiwiyata.
  4. Menjadi sekolah pendukung adipura.

Dalam mencapai impian tersebut maka kepala sekolah mengambil langkah pendahuluan yang dimulai pada tahun 2011 yaitu dengan meyakinkan  seluruh warga sekolah bahwasanya program  tersebut haruslah dilakukan dengan bersama-sama yang dilandasi  oleh nilai-nilai sense of goal ( tujuan yang akan dicapai ), sense of harmony ( nilai kebersamaan )dan sense of regularity ( keteraturan ).

Pada tahun pertama sekolah berhasil mewujudkan langkah pertama dengan ditetapkan SMA Setia Budi menjadi sekolah Adiwiyata kabupaten dan profinsi. Pada proses selanjutnya banyak pembenahan dan pengembangan yang dilakukan agar dapat mewujudkan 4 ( empat ) indicator yang ditatapkan. Dukungan seluruh warga sekolah sangat luar biasa dibantu oleh yayasan dan peran alumni juga berjalan dengan baik. Koordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten Bangka secara berkesinambungan serta bantuan teknis dari kantor lingkungan hidup kab Bangka juga berjalan dengan baik.  Keempat Setia Budi seperti

  1. Indicator Pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan telah mencapai pemenuhan yang maksimal, semua penggunaan sumber daya alam seperti penggunaan alat tulis kantor, energy listrik, air serta minimalisir pembuangan gas carbon seperti aturan kendaraan bermotor  baik guru maupun siswa telah mempunyai aturan yang berpihak kepada penghematan. Nilai-nilai tersebut telah Nampak sebagai sebuah karakter cinta lingkungan yang dicita-citakan.
  2. Pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, Adapun pengintegrasian dengan mebuat silabus  dimasukkan kedalam mata pelajaran yang relevan untuk diintegrasikan yaitu:
  1. Mata pelajaran biologi yang sarat pengetahuan lingkungan dan penanaman karakter dasar tentang lingkungan hidup.
  2. Mata pelajaran kimia yang sarat pembelajaran  dampak yang ditimbulkan pada proses kimiawi.
  3. Mata pelajaran geografi yang sarat pengetahuan profil bumi berpijak.
  4. Mata pelajaran agama yang sarat dengan nilai-nilai pendekatan moral (morality approach) sebagai maklum yang menikmati ciptaan yang Tuhan Maha Esa.

Pengintegrasian dilakukan dengan mengambila standar kompetens dan  kompetensi yang sesuai dengan materi pengintegrasian

  1. Pengembangan berbasis partisifatif, kegiatan pada program ini dalkukan dengan mengacu pada kalender hijau yang dibuat SMA Setia Budi kerjasama dilakukan dengan pihak yang mempunyai komitmen terhadap isu global maupun isu local dengan permasalahan lingkungan adapun bentuk kerja sama dilakukan dengan membuat kesepakatan –kesepakatan saling mutualisma denga dilandasi tujuan yang sama yaitu karakter cinta lingkungan . kerjasama itu dilakukan dengan PT Timah Tbk, lSM lingkungan.
  2. Pengembangan dan atau pengelolaan sarana pendukung sekolah. Pemenuhan sarana sekolah sebagai sarana hijau juga dilakukan dengan memperhatikan karakteristik lingkungan sekolah yang sempit dan terletak ditengah kota tentunya dengan tingkat populasi carbon yang relative besar, maka tutupan hijau haruslah menjadi tujuan pokok, disamping itu , pengadaan media hijau menyangkut keaneka ragaman hayati sebagi sumber belajarsiswa  seperti pengenalan tumbuhan local agar siswa mempunyai kearifan terhadap keaneka ragamaan hayati daerahnya.

Dalam proses berkelanjutan tahun 2012 SMA Setia Budi ditetapkan sebagai sekolah adiwiyata nasional dan menerima sertifikat dari menteri lingkungan Hidup republik Indonesia di hotel Borobudur Jakarta bertepatan dengan hari lingkungan hidup sedunia. Selanjutnya cita-cita menjadikan SMA setia Budi meraih Adiwiyata mandiri merupakan penghargaan tertinggi untuk sekolah yang mengembangkan pendidikan lingkungan hidup tetap berlangsung dengan tantangan yang lebih besar yaitu membina sepuluh sekolah imbas yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan kabupaten Bangka. Adapun sekolah-sekolah tersebut SDN 3 Sungailiat, SD 8 Sungailiat, SD 24 Sungailiat, SMPN 1 Sungailiat,SMPN 2 Sungailiat, SMPN 3 Sungailiat, SMAN1 Sungailiat, SMAN 2 Pemali, SMKN 1 Sungailiat. Disamping itu SMA Setia Budi menjadi sekolah rujukan untuk sekolah – sekolah di Provinsi Bangka Belitung baik rujukan studi banding maupun sebagai nara sumber dalam pengelolaan hijau, disamping itu juga menjadi rujukan study banding semua sekolah menengah pertama di kotamadya Palembang provinsi Sumatera selatan. Cita-cita dan mimpi akhirnya tercapai pada usaha yang maksimal dengan menjadikan SMA Setia Budi meraih predikat sekolah Adiwiyata mandiri tahun 2013 dan berhak memperoleh trofi dan sertefikat dari pemerintah Republik Indonesia yang diserahkan oleh Presiden republic Indonesia Susilo bambang yudhoyono di istana Negara bersama tujuh sekolah menegah atas se Indonesia.

 

B. STRATEGI DAN LANGKAH PELAKSANAAN KONTRIBUSI NYATA DALAM BENTUK PUBLIKASI KEGIATAN PENUNJANG        PARIWISATA UNTUK KABUPATEN BANGKA DAN PROVINSI BANGKA BELITUNG

 

FESTIVAL BUDAYA KETIKA IMLEK/ KONGIAN MENYAPA

Festival budaya ketika imlek menyapa adalah sebuah bentuk pembelajaran yang diberikan kepada siswa SMA Setia Budi Sungailiat tentang bagaimana kerekatan budaya di kabupaten Bangka  ketika suku Tiong Hoa Bangka merayakan hari keagamaan tersesebut. Moment imlek yang dalam bahasa Tiong hoa Bangka disebut kongian merupakan moment yang mempertemukan semua suku di Bangka dalam sebuah perayaan hari raya, secara implisit ada perjanjian timbal balik ketika suku lainnya melaksanakan perayaan keagaman lainnya. Sesungguhnya Masyarakat Bangka adalah masyarakat majemuk yang mempunyai tingkat toleransi yang tinggi dan bukanlah komunal yang parsial. Kondisi tersebut tetap terpelihara tanpa konsef yang tersurat tetapi timbul dari sebuah kearifan yang turun temurun. SMA Setia Budi mengajarkan bahwasanya kearifan lokal ( local wisdom ) itu harus terus dipertahanan  dan menjadi konsef kebangsaan yang dicita-citakan  . Seperti pada perayaan suadaranya yang beragama Islam, Kristen, Katolik dan Budha semua dimaknai dengan rasa gembira, untuk itu format kegiatan yang diberikan berupa Festival Budaya yang mengetengahkan kebersamaan dalam keragamaan dimana semua siswa yang berbeda suku ikut serta.Tentunya dalam Festval ini nuasa seni akan lebih memaknai bentuk kegiatan tersebut. SMA Setia Budi selalu berharap nilai-nilai turun menurun ini haruslah menjadi bagian mencerdaskan rasa kebangsan siswa serta menumbuhkan rasa bangga terhadap daerahnya kabupaten Bangka yang dicintai. Festival budaya yang digambarkan dengan tarian kolosal merupakan implementasi dari visi dan misi SMA Setia Budi untuk menjadikan sekolah yang multikultur sebagi wujud pengintegrasian wawasan kebngsaan. Sisipan  lainya dari festival ini adalah agar menjadi agenda tahunan  yang dikunjungi dan dinikmati oleh masyarakat kota Sungailiat dan sekitarnya serta bertepatan dengan hari raya imlek para perantau keturunan suku Tiong hoa dari pulau jawa maupun dari pulau lainya di seluruh nusantara yang pulang. Festival budaya di rancang berdasarkan pemikiran yang didasari beberapa konsef  pokok yaitu,

  1. Sejarah dan tradisi yang melekat pada proses berdirinya yayasan maupun SMA Setia  Budi  dalam bentuk Kristalisasi Nasionalisme sekelompok etnis suku Tionghoa pada tahun 1968 dan berkembang menjadi kosef sekolah multikultur.
  2. Seperti diketahui SMA Setia Budi adalah sekolah dengan beragam siswa dengan suku dan agama yang berbeda, semua kegiatan keagamaan telah terakomodir dalam kondisi yang dinamis maka untuk siswa keturunan Tionghoa diakomodir dalam bentuk festival budaya ini.
  3. Mengambil peranan kecil dalam tujuan jangka panjang kabupaten Bangka yang akan menjadikan Kabupaten Bangka sebagai tujuan wisata.
  4. Implementasi kearifan loKal dari pelajaran muatan loKal sesuai dengan kurikulum muatan loKal yang dirancang.  Kurikulum muatan lokal dibuat  dengan harapan agar peserta didik mencintai dan melestarikan lingkungan sekitar dengan tidak mengurangi unsur seni dan budaya yang berkembang di kabupaten Bangka serta akan menjadi isu yang sangat penting untuk tujuan  visi dan misi SMA Setia Budi yang akan menjadikan sekolah multikultur dengan semangat kearifan lokal dalam kerangka wawasan kebangsaan. Kurikulum muatan lokal di SMA Setia Budi  terdiri dari 6 ( Aspek ) yaitu
    1. Seni dan budaya daerah.
    2. Keterampilan dan kerajinan  yang bahan dasar terdapat pada lingkungan daerah.
    3. Sejarah yang merangkai perjalanan daerah.
    4. Makanan khas daerah.
    5. Objek pariwisata di Pulau Bangka.
    6. Karakteristik bahasa dan  sastra daerah.

Selanjutnya -nilai itu menjadi kerangka untuk INDONESIA SATU. Pada kegiatanya  tahunan  festival Budaya diisi dengan kirab Budaya mengelilingi kota sungailiat dan dilanjutkan dengan Unataian Mutiara Nusantara di Bumi sepintung Sedulang “.

                        Rangkuman dari festival ini merupan bagian dari visi dan misi SMA Setia Budi serta tujuan pendidikan yang dicita-citakan yaitu.  Mewujudkan sekolah yang berbudaya lingkungan  yang mampu menghasilkan keluaran berwawasan global, berbudaya bangsa dan semangat kebangsaan dan model sekolah multicultural. 

 

HASIL YANG DICAPAI

A. MEWUJUDKAN SEKOLAH HIJAU DALAM UPAYA MERAIH PREDIKAT SEKOLAH  ADIWIYATA

KETERLAKSANAAN

KONTRIBUSI TERHADAP DAERAH

CITA-CITA SELANJUTNYA

Terbentuk  dan tertanam nilai-nilai karakter cinta lingkungan semua warga sekolah yang dinamis dan berkelanjutan.

Sarana lingkungan hijau telah mencapai pemenuhan yang cukup optimal dan menjadikan sekolah tempat belajar yang menyenangkan.

 

  1. Membawa nama daerah sebagai sekolah Adiwiyata mandiri menerima piala dari presiden Republik Indonesia  Susilo Bambang Yudhoyono di istana negara tahun 2013.
  2. Menjadi sekolah rujukan bagi sekolah - sekolah di provinsi dtunjukkan dengan banyaknya sekolah-sekolah yang melaksanakan studi banding
  3. Menjadi nara sumber di provinsi Bangka Belitung untuk peengembangan sekolah hijau.
  4. Menjadikan Sekolah binaan mendapatkan  Penghargaan Adiwiyata seperti
  1. SDN 3,SMAN pemali sekolah mendapatkan Adiwiyata Mandiri.
  2. SMAN 1 , SMPN 2 dan SMPN3 menjadi sekolah Adiwiyata nasional.
  3. SMKN , SD 24 menjadi sekolah Adiwiyata provinsi.
  1. Mendirikaan radio hijau yang berfungsi membantu pemerintah mensosilisasi program kebersihan kota , Adipura serta Adiwiyata diselingi musik-musik lokal, imformasi pendidikan, ajang diskusi pendidikan serta tembang kenangan guru. Radio hijau cemara 16 akan mengumandang pertama kali pada bulan agustus 2015.
  2. Menjadi sekolah ECO ASEAN .

 

B.KEGIATAN PENUNJANG PARIWISATA UNTUK KABUPATEN BANGKA DAN PROVINSI BANGKA BELITUNG

KETERLAKSANAAN

KONTRIBUSI TERHADAP DAERAH

CITA-CITA SELANJUTNYA

Festival budaya yang dilaksanakan sampai dengan sekarang sudah memasuki tahun ke 5 dan terus meningkat dan sudah menjadi ikon sekolah serta masayarakat kota sungailiat. Apresiasi pemerintah Kabupaten Bangka maupun Provinsi sangat baik. Peliputan media lokal maupun nasional sudah terpapar secara luas. Tetapi yang terpenting bagaimana nilai kultural masyarakat Bangka yang tidak parsial tetapi komunal antara melayu , Tionghoa, bugis, jawa, sunda dll dipertontonkan pada festival tersebut agar penanaman sekolah multi kultur menjadi bagian penting dari kehidupan siswa di SMA Setia budi maupun ketika ia berada ditengah-tengah masyarakat tentunya dalam artian luas dalam  bingkai NKRI ( Negara Kesatuaan Republik Indonesia ) dan bangga akan daerahnya yaitu kabupaten Bangka serta Provinsi Bangka Belitung ..

  1. Festival budaya telah mendapat liputan dari  Beberapa sasiun televisi seperti Metro TV, TV one maupun RCTI yang melakukan peliputan secara langsung.
  2. Menjadi tontonan yang ditunggu masyarakat kota sungailiat.
  3. Terpublikasi secara luas di Provinsi Bangka Belitung melalui media cetak dan elektronik .
  4. Menjadi destinasi wisata suku Tiong Hoa pada saat pulang kampung meryakan Imlek/ Kongian.
  5. Menjadi kunjungan alumni.
  6. Beberapa komunitas UKM turut serta memasarkan produk seperti kelompok batu Akik, nasi aruk, kuliner khas Bangka dan BRI cabang Sungailiat.

Mempersiapakan  festival selanjutnya karena event tersebut akan didukung pemerintah provinsi Bangka Belitung  melalui wakil Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani.

 

 

Penulis: 
Fadhilah Imam

Artikel

20/02/2015 | fadillah Imam
122 kali dilihat
04/09/2015 | Fadhilah Imam
120 kali dilihat
26/12/2014 | fadillah Imam
35 kali dilihat
26/12/2014 | fadillah Imam
29 kali dilihat
04/09/2015 | ARIE IZANDRA, S. Pd.
28 kali dilihat