6 Tips Jaga Kesehatan dari Kabut Asap Karhutla

Masyarakat terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi memiliki sejumlah masalah kesehatan. Hal ini seperti disampaikan Ketua Pokja Paru Kerja dan Lingkungan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Feni Fitriani, Sp.P(K).

Menurutnya, asap akibat kebakaran hutan dan lahan mengandung berbagai gas berbahaya seperti sulfur dioksida (SO), karbon monoksida (CO), Nitrogen Dioksida (NO2) dan Ozon Permukaan (O3).

Jika seseorang terpapar asap karhutla dalam jangka waktu yang lama, khususnya bila kandungan CO yang tinggi membuat darah kekurangan oksigen akan menyebabkan tubuh lemas hingga pingsan.

Untuk itu ia memberikan sejumlah tip untuk menjaga kesehatan warga di wilayah yang terkena kabut asap akibat kebakaran karhutla.

1. Minum air putih, makanan antioksidan

Warga disarankan untuk banyak minum air putih dan makan buah serta sayur yang kaya akan antioksidan.
"Banyak minum air putih, makan makanan yang bersifat antioksidan tinggi seperti sayuran dan buah berwarna oranye, makan buah jeruk, wortel yang banyak antioksidannya," kata Feni saat dihubungi di Jakarta, Jumat (13/9), mengutip Antara.

2. Batasi keluar rumah

Menurut Feni, sebisa mungkin masyarakat menghindari paparan asap karhutla dengan cara membatasi aktivitas di luar rumah.

3. Pakai masker
Namun, menurutnya jika warga terpaksa keluar rumah, disarankan untuk menggunakan masker.
"Masker yang ideal N95, tapi setiap masker ada kekurangan kelebihan. Masker N95 perlindungannya bagus kalau dipakai dengan benar, harus ngga boleh bocor. Selain itu masker bedah yang hijau itu masih tetap ada efek perlindungan dibanding tidak pakai sama sekali," jelas Feni.

4. Jaga kualitas udara dalam rumah

Lantaran menyarankan warga untuk lebih banyak di dalam rumah, Feni juga meminta agar warga menjaga kualitas udara di rumah. Caranya dengan tidak membakar obat nyamuk ataupun merokok.
Selain itu ia juga menyarankan agar warga menjaga sirkulasi udara dalam rumah agar udara luar tidak banyak masuk ke dalam.
"Kalau di dalam rumah juga diatur sedemikian rupa supaya udara luar tidak masuk, diatur sirkulasinya," kata dia.

5. Penjernih udara

Alat penjernih udara dapat digunakan untuk membantu membersihkan asap karhutla yang masuk ke dalam rumah. Beberapa tipe pendingin ruangan atau AC juga mampu menyaring partikel udara 2,5 (PM2,5).

6. Segera periksa kesehatan

Masyarakat juga harus memperhatikan kondisi tubuhnya sendiri agar efek buruk asap karhutla menimbulkan gangguan kesehatan yang serius. Apabila merasa tubuh kurang nyaman, segeralah periksakan di fasilitas kesehatan dan jangan tunggu hingga bertambah buruk.
"Waspada kalau keluhan pernapasan yang dirasakan menetap. Ada yang cuma sebentar setengah jam satu jam hilang sendiri, pertahanan tubuh masih bagus. Kalau ngga nyaman dan cenderung bertahan sebaiknya segera ke fasilitas kesehatan," terang Fenni.

Masyarakat yang sudah punya penyakit paru, penderita asma, orang-orang yang sesak napas karena dulunya perokok, orang lanjut usia, orang berpenyakit jantung adalah kelompok rentan yang akan lebih mudah terpengaruh dengan kondisi udara yang buruk.

Penulis: 
Alzira Sipa Ulaya (Kelas X IBB)
Sumber: 
Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 14/09/2019
Tags: 
Sehat dari Kabut Asap Karhutla

Artikel

17/09/2019 | M.Yoga (Kelas X Bahasa), Ghulam Zikri O (Guru Biologi SMAS Setia Budi)
0 kali dilihat
17/09/2019 | Alzira Sipa Ulaya (Kelas X IBB)
0 kali dilihat
17/09/2019 | Muhammad Yoga [Kelas: X IBB]
0 kali dilihat
18/09/2019 | MUHAMMAD YOGA Kelas: X IBB
0 kali dilihat
20/09/2019 | Riska Novalia
0 kali dilihat