Menjadi Generasi Cerdas dengan Menyaring Informasi Hoax

Di zaman modern ini, kita hidup dengan pesatnya perkembangan teknologi yang mempermudah kita dalam menjalankan kegiatan kita sehari-hari. Dengan adanya teknologi ini kita dapat dengan mudah memperoleh informasi dan berbagai hal yang mempermudah kegiatan kita dalam sehari-hari, maka tak dapat di pungkiri teknologi memang tidak bisa terlepas dari diri kita sebagai manusia. Perkembangan dunia teknologi menjadikan informasi lebih cepat kapan dan dimanapun kita berada akan dengan mudah untuk mendapatkan informasi terbaru. Semakin cepat penyebaran informasi atau berita menjadikan kita tidak dapat mem-filter informasi dengan baik dan benar padahal banyak bertebaran juga berita-berita palsu atau yang kita kenal dengan berita hoax.

Berita hoax menjadi masalah terbesar di Indonesia. Akhir-akhir ini banyak sekali peristiwa yang terjadi di Indonesia akibat adanya informasi yang tidak benar atau hoax sehingga menyebabkan keributan dan kerusakan dimana-mana. Pada tahun 2016, data dari cnnindonesia.com menyebutkan bahwa ada 800.000 situs penyebar berita palsu atau hoax di Indonesia dan menurut kominfo ada 300 akun media sosial sumber penyebar hoax yang diblokir polisi. Untuk itu, kiranya kamu sebagai generasi muda harus pintar menggunakan media sosial dan jangan terjebak hoax. Lantas bagaimana caranya agar kita tidak terhasut oleh berita atau informasi hoax? berikut penjelasan langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan informasi hoax, yaitu :

1. Hati-hati dengan Judul Yang Provokatif

   Berita hoax seringkali memakai judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menunjuk ke pihak tertentu. Isinya pun dapat diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah supaya menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat berita hoax. Oleh karena itu, jika kita menjumpai berita dengan judul yang provokatif, sebaiknya anda terlebih dahulu untuk mencari referensi berita serupa dari situs online resmi atau sumber resmi, kemudian anda bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan begitu, setidaknya anda sebagai pembaca dapat memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

2. Cerrmati Alamat Situs

   Untuk informasi yang diperoleh dari situs atau mencantumkan link, cermatilah dengan teliti alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs online yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, misalnya yang menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dipastikan meragukan. Menurut cacatan dewan pers, di Indonesia telah terdapat sekitar 43.000 situs yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang telah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300 situs. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs tidak resmi yang berpotensi menyebarkan berita hoax di internet yang mesti kita waspadai.

3. Periksa Fakta dan Kebenarannya

   Sumber berita menjadi hal penting jika kita ingin mengetahui berita itu hoax atau bukan. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran informasi yang utuh dan benar. Hal lain yang perlu untuk diamati adalah perbedaan antara berita yang telah dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti nyata,sementara opini adalah pendapat dan kesan dari pembuat berita sehingga memiliki kecenderungan yang bersifat subyektif.

4. Cek Keaslian Foto dan Video

   Di era teknologi digital yang berkembang saat ini, bukan hanya konten berupa teks yang dapat dimanipulasi, melainkan juga pembuat berita hoax mengedit foto dan video agar tampak lebih nyata. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa anda lakukan dengan cara memanfaatkan mesin pencari google, yakni dengan melakukan drag and drop pada kolom pencarian google images.

5. Jangan Terburu-buru Membagikan Berita

   Seringkali kita disaat membaca atau mendapat informasi kita dengan terburu-buru membagikan berita tersebut. Di era teknologi terkhusus media sosial sekarang, banyak orang cenderung ingin berlomba-lomba menjadi sumber utama yang menyebarkan informasi atau berita. Kebiasaan ini membuat kita tidak teliti dan bahkan bisa membawa kita pada proses hukum karena belum tentu informasi tersebut benar atau tidak. Sebelum membagikan informasi atau berita terheboh, pastikan dulu kebenarannya.

6. Kritis dan Cuek

   Bersikap krirtis ketika mendapatkan sebuah berita itu bagus dan akan menjadi perlindungan yang efektif supaya terhindar dari berita hoax. Cerdas dan telitilah dalam menyaring informasi mana yang bermanfaat dan mana informasi yang tidak membawa manfaat untuk kita. Terkadang dengan bersikap sedikit cuek dalam menyikapi sebuah informasi terbaru yang kita terima, bisa membuat kita belajar berfikir lebih rasional.

Jangan pula kita sebagai generasi muda membagikan berita hoax. Sebab, membagikan berita hoax memiliki ketentuan hukumnya sehingga jika kita membagikan berita hoax kita akan di tangkap dan  mendapat hukuman penjara. Jadi pintarlah bermedia sosial dan saring sebelum sharing.

 

Penulis: 
laura | Ilustrasi