Generasi Milenial = Generasi Berbudaya

Secara umum, kebudayaan dapat diartikan sebagai suatu hasil cipta, karya, dan rasa manusia untuk memenuhi kebutuhan kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan,seni, adat istiadat, dan lain-lain. Kebudayaan sangat identik dengan budaya lokal berbagai daerah khususnya Indonesia dimana banyak sekali kemajemukan budaya asli yang menjadi ciri khas dari masing-masing daerah tersebut. Dilansir dari Kompas.com (20/09/2019), menurut Badan Pusat Statistik, sensus penduduk 2010 menyebutkan kelompok suku berjumlah 1.331 dan bahasa berjumlah 652. Dengan adanya kekayaan budaya tersebut maka banyak sekali kearifan lokal yang perlu dilestarikan sebagai generasi muda. 

Di era millenial seperti sekarang ini, cenderung generasi muda lebih memilih kehidupan yang serba modern dibandingkan membaur dengan hal-hal yang tradisional. Kemajuan teknologi mempersempit ruang gerak inetraksi sosial bahkan kebudayaan. Masuknya budaya asing ke Indonesia tentu melunturkan budaya lokal yang seharusnya diwarisi secara turun-temurun seperti budaya K-Pop yang booming untuk sekarang. Pola pemikiran bahwa budaya lokal adalah budaya kuno semakin mengikisnya kecintaan pada budaya lokal. Namun, sebagai generasi muda yang inovatif, budaya lokal adalah peluang besar untuk memajukan suatu bangsa. Sebagai contohnya, batik merupakan kain khas tradisional Jawa ditangan beberapa designer muda menjadi brand fashion yang populer. Sebagai pelajar, perlunya menerapkan unsur-unsur budaya lokal dalam bertingkah laku seperti tutur kata yang sopan santun dan menggunakan jari jempol ketika ingin menunjukan sesuatu. Hal-hal sederhana yang perlu dilakukan untuk menunjukan bahwa seserorang tersebut pelajar yang berbudaya. Selain itu, cara mencintai kebudayaan lokal yang bisa dilakukan generasi millenial salah satunya yaitu mengikutsertakan dirinya dalam berbagai event kepariwisataan dan kebudayaan. Dengan adanya kepariwisataan maka pengenalan budaya lokal akan semakin mudah dikenal masyarakat luas melalui promosi pariwisata melalui postingan di berbagai media sosial. hal ini dianggap efektif untuk mencintai budaya lokal. Untuk itu, mari ubah pola pikir sebagai generasi millenial yang berbudaya. Salam budaya 

Penulis: 
Riska Novalia
Tags: 
#budayalokal #cintaindonesia