Bahaya “Game Online” bagi Mahasiswa

 Dalam satu dekade terakhir, perkembangan dunia teknologi informasi semakin pesat. Bahkan dalam setiap lini dan urusan tidak bisa terlepas dengan memanfaatkan teknologi informasi. Termasuk untuk pembelajaran di dunia pendidikan. Dampak positif dengan hadirnya perangkat elektronik yang memanfaatkan teknologi informasi tentu sangat banyak. Namun demikian, dampak negatif dari teknologi informasi juga patut diwaspadai oleh orang tua, guru, maupun masyarakat luas.

   Salah satu dampak yang patut diwaspadai adalah dengan maraknya permainan game online yang sebagian besar penggunanya adalah remaja usia sekolah. Terkait dengan hal itu, ada pemberitaan di laman kompas.com pada Senin (18/6/2018) melansir sebuah tulisan yang di keluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang merupakan salah satu lembaga dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Setelah mempertimbangkan banyak hal, WHO resmi menetapkan kecanduan game (game disorder) sebagai penyakit gangguan mental.

  setelah WHO menambahkan kecanduan game ke dalam versi terbaru International Statistical Classification of Diseases (ICD). ICD merupakan sistem yang berisi daftar penyakit berikut gejala, tanda, dan penyebab yang dikeluarkan WHO. Berkaitan dengan kecanduan game, WHO memasukkannya ke daftar “disorder due to addictive behavior” atau penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan. kecanduan game bisa disebut penyakit bila memenuhi tiga hal antara lain, (1) seseorang tidak bisa mengendalikan kebiasaan bermain game, (2) seseorang mulai memprioritaskan game di atas kegiatan lain, (3) seseorang terus bermain game meski ada konsekuensi negatif yang jelas terlihat. kecanduan game bisa disebut penyakit bila memenuhi tiga hal antara lain, (1) seseorang tidak bisa mengendalikan kebiasaan bermain game, (2) seseorang mulai memprioritaskan game di atas kegiatan lain, (3) seseorang terus bermain game meski ada konsekuensi negatif yang jelas terlihat.

Meskipun demikian, bukan berarti semua jenis permainan bersifak adiktif dan dapat menyebabkan gangguan. “Bermain game disebut sebagai gangguan mental hanya apabila permainan itu mengganggu atau merusak kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pekerjaan, dan pendidikan,” menurut WHO. “Sudah banyak cukup bukti yang menunjukkkan kecanduan game dapat menimbulkan masalah kesehatan,”

Dampak Negatif Permainan Game

ada 10 dampak negatif bagi gemer (pemain game) yang kecanduan bermain game, antara lain:

  1. Kurang Tidur

      Biasanya ketika seseorang yang sedang asyik main game, biasanya mengabaikan rasa kantuk. Maka jadilah gamer terlalu asyik memainkan sebuah permaian, hingga waktu tidurnya akan berkurang.

  1. Malas Mandi

     Jika gamer sudah berada di depan laptop, dapat dipastikan pelakunya akan malas bergerak kemana-kemana. Akibatnya, gamer tidak akan dapat mendengar panggilan orang lain, misal dari orang tua atau temannya. Sehingga hampir bisa dipastikan para gamer akan malas mandi.

  1. Mengasingkan Diri

     Biasanya para gamer sering berkomuniklasi dengan lawan mainnya di dunia maya, tetapi mereka malas bersosialisasi dengan teman-teman di dunia nyata. Hal itu, disebabkan anggapan bahwa realitas di dunia nyata kadang tidak sesuai dengan bayangan atau impiannya. Pada kondisi yang akut, bisa menyebabkan gangguan atau syndrome dalam bersosialisasi dengan masyarakat.

  1. Depresi

     Keadaaan ini dapat terjadi pada gamer yang sudah addicted (kecanduan) berat pada permainan game. Jika dia tidak main game dalam sehari saja, maka dia mengalami ketidaktenangan atau ada sesuatu yang mengganjal, yang mendorong kuat dalam dirinya untuk melakuakan permainan game. Sehingga dia seakan-akan menjadikan permainan game sebagai kebutuhan pokoknya. Tentu kondisi ini sangat berbahaya bagi pelakunya.

  1. Mengalami Stres

     Seringkali game itu memberikan sebuah kompetisi atau persaingan yang membuat pelakunya mencari segala cara untuk memenagkan game itu. Jika tidak menang alias kalah, maka pelakunya akan terdorong mencoba lagi sampai penyesalan yang sangat jika kalah terus-menerus. Nah, itulah penyebab stress. Anehnya, jika gamer sudah merasa stress, cara mengatasinya adalah dengan tetap bermain game dan melupakan waktu. Tentu saja, jika itu terjadi secara massal dan massif maka bisa dipastikan akan menyebabkan kerusakan mental yang parah pada generasi muda kita.

  1. Arthritis dan Carpal Tunnel Syndrome

     Arthritis adalah kelainan sendi yang meliputi peradangan. Sedangkan Carpal Tunnel Syndrome adalah tekanan pada syaraf di pergelangan tangan. Nah, terlalu sering main game dapat memperbesar kemungkinan terjangkit dua penyakin tersebut. Hal itu disebabkan karena saat main game, jari-jari tangan gamer bergerak aktif tanpa isyarat.

  1. Kehilangan Nafsu Makan

     Sebagaimana pada nomor satu, para gamer kehilangan nafsu makan, karena sangat fokus bermain game. Jika waktu makan tiba, dia sering menundanya. Dan jika hal itu terjadi secara berulang dan terus-menerus bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan adan menurunkan stamina tubuh. Tentu saja, ini akan mengganggu kesehatan tubuh pelakunya.

  1. Agresif

     Akibat negatif lain, terlalu sering main game adalah karena terlalu berambisi memenangkan suatu permainan, para gamer bisa menjadi agresif dan ambisius yang berlebihan. Misalnya, mudah marah jika aktivitas bermain game terganggu orang lain. Bahkan di antara mereka ada yang bersikap brutal, suka tawuran, tak segan-segan menyakiti orang lain yang dianggap “lawan”. Semuanya itu akibat meniru adegan yang ada di permainan game. Tentu saja, sikap ini sangat berbahaya jika menjangkiti peserta didik yang sebagian besar masih berada di usia muda.

  1. Sakit Mata

     Akibat dari terlalu sering menatap layar laptop, komputer, ataupun layar handphone, maka mata para gamer sering terkena radiasi yang terpancar. Apalagi jika terjadi dalam waktu yang relatif lama, bisa diindikasi dia kan terserang sakit mata, dan mengalami rabun atau buram saat melihat. Penyakit ini tentu sangat merugikan peserta didik kita.

  1. Mudah Lelah

     Terlalu sering duduk di depan laptop, computer, ataupun layar handphone bisa menyebabkan tulang dan persendian para gamer terasa pagal-pegal. Itu disebabkan tubuh pelakunya tidak menggerakkan anggota tubuhnya. Ketika lama duduk, pasti terasa sakit karena badan belum siap digerakkan. Yang pada akhirnya bisa menyebabkan sakit tulang dan persendian.

   Badan Kesehatan Dunia (World Health Organisation/WHO) memasukkan kecanduan game ke dalam daftar penyakit dalam laporan International Classification of Diseases edisi 11 (ICD-11). Dengan demikian, kecanduan game resmi masuk sebagai gangguan kesehatan jiwa (The Conversation, 4/7/2018).

Penulis: 
Muhammad Yoga [Kelas: X IBB]
Sumber: 
Achmad Fathoni, S.Pd.SD [29 April 2019]
Tags: 
Dampak Negatif